Login Member
Username:
Password :
Galeri Photo Terbaru
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik
  Visitors : 836292 visitors
  Hits : 4129 hits
  Today : 1 users
  Online : 1 users
:: Kontak Admin ::

kajianwebsite    

Wawancara Dengan Gubernur Jawa Tengah

Tanggal : 01/31/2015, 13:38:18, dibaca 921 kali.

Wawancara

Gubernur Jawa Tengah :

 

SMA BOSA harus lebih inovatif, kreatif,

berorientasi pada Seni Budaya Indonesia”

 

Belum banyak siswa SMA BOPKRI I yang tahu bahwa banyak alumni kita yang kini jadi orang hebat. Saat ini mereka menduduki jabatan-jabatan penting di pemerintahan ataupun menjadi pengusaha sukses. Salah satu dari mereka adalah Bapak Ganjar Pranowo SH,  Gubernur Jawa Tengah kelahiran Karang Anyar 28  Oktober 1968.

Dalam reuni akbar yang diikuti berbagai angkatan, di halaman tengah BOSA 22 November 2014 lalu, Pak Ganjar yang sebelum menjadi Gubernur adalah anggota DPR RI, berzodiak scorpio dan berhobi mendengarkan musik rock (semacam Dream Theater dan Metallica) ini hadir dan menjadi perhatian utama. Tim MABOSA yang terdiri dari Ayu Pramiyastuti,Cynthia Deavy, Gabriella Felistyani, Jesica Ayu Tamara, Bernadette Evangelica, Ruth Eunike Siahaan, Nathania Jeane dan Hedwigis Herlila Carla Velly  berhasil mewawancarai Gubernur Jateng yang murah senyum ini. Berikut hasil perbincangannya.

Apa kesan Bapak terhadap reuni akbar yang sekarang ini ?

Saya mencoba melihat wajah-wajah alumni yang hadir,  ternyata nggak ada yang saya kenal karena saya belum bertemu dengan angkatan saya sendiri. Beberapa yang saya lihat, ya satu-dua orang masih saya kenal karena ketemunya dengan beberapa orang yang saya belum lahir waktu itu. Tapi, tentu reuni ini sangat menyenangkan karena  ini akbar dan kita bertemu dalam kondisi usia yang sudah tua-tua dengan jabatan-jabatan tertentu sehingga bisa banyak yang dikomunikasikan antar generasi.

Menurut Bapak acara reuni akbar yang ideal itu seperti apa?

Saya belum tahu acaranya seperti apa, tapi kalau reuni biasanya yang lebih penting itu adalah ngobrolnya,memori lamanya dan melihat keadaan sekolah kita sekarang. Yaa, paling tidak, saya masih bertemu Pak Pipit yang waktu itu mengajar saya, masa lalu yang investasinya luar biasa untuk saya sendiri.

Bagaimana perkembangan SMA BOSA yang Bapak lihat saat ini?

Dulu kelas saya di situ (menunjuk deretan kelas MIA) kelas XD, bentuknya masih sama tapi saya melihat perkembangannya sekarang bagus banget. Satu yang masih sama dari dulu dan sekarang  yaitu bersihnya dan pohon beringinnya! Waktu MOS (Masa Orientasi Siswa) saya terlambat, saya disuruh mengelilingi pohon beringin itu sebanyak 3x hahaha....

Apa pengalaman menarik yang masih Bapak ingat saat bersekolah di BOSA?

Dulu, Kepala Sekolahnya Pak Purwanto. Kalau rambut kita gondrong, artinya panjangnya melebihi krah baju, rambut kita akan kena gunting. Yang paling menarik, ketika menindak kami beliau sangat sabar, kami dipeluk-peluk dan berkata “hayo rene,lungguh kene,wah ketoke rambute gondronge”(hayo ke sini, duduk sini, wah kelihatannya rambutnya sudah gondrong)  kemudian rambut kami digunting oleh beliau hahaha.... itu adalah sesuatu yang luar biasa, tapi nilai luar biasanya adalah kedisiplinan.

Apakah Bapak pernah mendapatkan prestasi saat di BOSA?

Nggak, saya ini sekolahnya pas-pasan saja. Memang saat itu saya terkejut karena raport saya pernah tertulis saya rangking 2, ..tapi biasa ajalah, hehehe...

Saat di BOSA dulu, Bapak aktif di ekstrakurikuler apa?

Saya dulu pramuka, ya pramuka, saya dulu menjadi Dewan Ambalan....

Pesan-pesan Bapak untuk SMA BOSA ke depannya?

Kalau boleh berpesan, SMA BOSA tambah maju yaaa, lebih inovatif, lebih kreatif,  lebih berorientasi pada seni budaya asli Indonesia. Ini menunjukkan kepribadian dalam kebudayaannya bagus, disiplinnya bagus, kemudian ke-Bhinneka-annya bagus, bahwa itu semua ada di SMA BOSA, itu luar biasa dan hebat ! Maka selebihnya sekarang, kita mesti berpacu dengan prestasi. Nggak bisa lagi seperti zaman saya dulu yang masih nakal-nakal, masih berkelahi karo SMA liya. Hari ini sudah tidak zamannya lagi, sekarang fokusnya pada yang bagus-bagus dulu. Kalau kompetisi olahraga biasanya Bosa juara,kalau musik juga juara, nahh saya kira itu yang mesti diteruskan.

Apa pesan Bapak untuk Majalah SMA BOSA ?

Mudah-mudahan menjadi media komunikasi, lalu ini bisa didorong untuk mengungkap, menceritakan, sharing ataupun cerita, baik dari prestasi, kondisi dari orang per orang,uniknya, termasuk juga tentang alumninya yaaa.. okee okee.



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas