Login Member
Username:
Password :
Agenda
29 March 2015
M
S
S
R
K
J
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

DAFTAR EKSTRAKURIKULER SMA BOPKRI 1 TAHUN 2013-2014

  1. Pramuka (wajib) untukkelas X
  2. Fotografi
  3. Jurnalistik
  4. Futsal putra/putri
  5. Basket putra/putri
  6. Bulutangkis
  7. Taek Won Do
  8. Karate
  9. Vocal group/PaduanSuara
  10. Musik
  11. Tari/Karawitan
  12. Modern Dance
  13. Cheer Leader
  14. Tenismeja
  15. Capoeira.

 

Seputar BOSA

Ekskul Pencinta Alam :

Pelantikan di Goa Cerme yang Berkesan

Catatan : Kak Lukas Istiadi

 

Ekstra Kurikuler (ekskul) Pencinta Alam merupakan ekskul baru di SMA BOPKRI 1 Yogya di tahun ajaran 2014-2015 ini. Tak disangka, peminatnya cukup banyak, mencapai 30 anak. Ekskul ini latihan rutin setiap Selasa pukul 15.00 – 16.30 WIB di bawah bimbingan Kak Lukas Istiadi.

Atas usulan anggotanya, terbentuklah nama “Kompas BOSA” dari kepanjangan Komunitas Pencinta Alam Siswa SMA BOSA dengan motto etta Bramanta Bhuana” yang artinya Pencinta Alam yang berwawasan luas.

Mengenai Visi dan Misi ekskul ini, Visi adalah cara pandang ke depan atau wawasan yang menjadi sumber arahan bagi sekolah/ekskul, agar dapat menjamin kelangsungan hidup dan perkembangannya. Visi Ekskul Pencinta Alam SMA BOSA adalah “Menjadi Siswa/Peserta Didik yang Bertanggungjawab dan Siap Melestarikan Lingkungan Hidup Berlandaskan Kasih Tuhan”

Sedangkan Misi-nya, misi adalah tindakan untuk mewujudnyatakan visi tersebut. misi Ekskul Pencinta Alam SMA BOSA adalah (a) Menumbuhkan sikap profesionalisme dalam unit Ekskul Pencinta Alam SMA BOSA dengan dilandasi Iman, Taqwa dan Kasih kepada Tuhan (b) Membangun semangat berkompetensi dan mandiri dalam unit Ekskul Pencinta Alam SMA BOSA (c) Menumbuhkan sikap disiplin, tekun, inovatif dalam berkarya (d) Mewujudkan pribadi beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk ikut ambil bagian secara aktif dalam melestarikan alam.

Untuk memperlancar koordinasi dalam latihan dan program kegiatan, dibentuklah kepengurusan Kompas BOSA periode 2014-2015 yang terdiri dari : Ketua I.  Alma Nurani (XI MIA 4) II. Yuda Raharja (XI MIA 5). Sekretaris I dan II  Nadia Ayu (X MIA 1) dan Samuel Bagas (XI MIA 5). Bendahara I dan II            :  Richard (XI MIA 2) dan II           Nugroho Dwi P. (X IIS 3).

Untuk mengukuhkan kepengurusan dan keanggotaan ekskul Pencinta Alam BOSA ini, diadakan pelantikan Pengurus dan semua anggotanya di Goa Cerme dusun Srunggo, Selopamioro Bantul Yogyakarta, Sabtu dan Minggu 20-21 September 2014. Lokasi pelantikan ini berjarak sekitar  21 km dari SMA BOSA.

Keberangkatan

Peserta berkumpul di sekolah pukul 15.00 di halaman timur. Setelah presensi maka sekitar pukul 16.00 peserta berangkat menggunakan bis kota menuju ke Goa Cerme, didampingi oleh Kak Lukas Istiadi, Kak Agung Budi Putranto, Kak Cahyo Muntadi, Pak Yuli dan Pak Sentot. Perjalanan ke lokasi pelantikan sekitar 1 jam karena jalanan macet. 

Karena lokasi  Goa Cerme di atas perbukitan, bis yang membawa kami hanya berhenti di dusun Srunggo, Selo Pamioro Bantul.  Kami kemudian singgah di rumah Pak Tukimin, juru kunci Goa Cerme. Selain memohon izin, kami juga mendapatkan keterangan tentang sejarah singkat Goa Cerme.  Pak Tukimin adalah juru kunci generasi ke-4.

Menurut beliau,  Goa Cerme adalah goa peninggalan sejarah di dusun Srunggo, Selopamioro, Imogiri, Bantul, atau sekitar 20 km selatan Yogya. Gua Cerme memiliki panjang 1,2 km yang tembus hingga sendang di wilayah Panggang, desa Ploso, Giritirto, Kabupaten Gunungkidul. Di samping Goa Cerme, di sekitarnya terdapat goa lain yang lebih kecil seperti Goa Dalang, Goa Ledek, Goa Badut dan Goa Kaum yang sering digunakan untuk bersemedi.

Untuk mencapai goa, kita harus menaiki tangga berjumlah 759. Kata cerme berasal dari ceramah yang mengisyaratkan pembicaraan yang dilakukan Walisongo. Goa Cerme dulunya digunakan oleh para Walisongo untuk menyebarkan agama Islam di Jawa. Selain itu, goa ini juga digunakan untuk membahas rencana pendirian Masjid Agung Demak. Setiap Senin atau Selasa Wage selalu diadakan upacara syukuran untuk meminta berkah kepada Tuhan.

Usai beroleh penjelasan tentang sejarah dan pantangan masuk goa, kami berjalan kaki menuju lokasi Gua Cerme dengan menaiki tangga. Memang cukup melelahkan menaiki tangga yang begitu banyak, namun dilandasi semangat tinggi, akhirnya semua anggota Pencinta Alam bisa sampai lokasi dengan selamat. Kami beristirahat sejenak dengan membuka bekal masing-masing untuk makan malam.

Setelah makan dan menyelesaikan urusan dengan pengelola Goa Cerme (bayar tiket masuk, MCK dan sewa aula), kami segera berkoordinasi untuk membekali semua peserta. Kak Cahyo selaku Pembina Pramuka dan tokoh pencinta alam berbagi pengalaman tentang berbagai macam kegiatan pencinta alam yang menarik dan penuh tantangan. Begitu pula Kak Lukas Istiadi selaku Pelatih Pencinta Alam menjelaskan tentang visi dan misi Pencinta Alam SMA Bosa. Acara berlangsung santai, disertai tanya jawab antara peserta kepada para pelatih, tentang masalah etika, program kegiatan, teknik caving, pendakian dan pengalaman-pengalaman menegangkan saat melakukan evakuasi korban kecelakaan di gunung maupun saat bencana alam. Sekitar pukul 22.00 kami beristirahat untuk tidur.

 Pukul 01.00 kami bangun dan melakukan persiapan untuk masuk goa. Peserta nampaknya sudah tidak sabar ingin memasuki Goa Cerme. Tas dan barang-barang peserta kami titipkan pada petugas dan pengelola goa.

Kak Lukas  dan Kak Cahyo segera mengecek kelengkapan peserta, seperti senter, helm pelindung kepala, dan lain-lain. Setelah dirasa cukup, kami segera memasuki mulut Goa Cerme sekitar pukul 02.00 dengan dibantu penerangan lampu senter. 

Goa Cerme termasuk goa yang panjang dan dalam. Daya tarik utama  Goa ini adalah keindahan stalagtit dan stalagmit serta adanya sungai bawah tanah dan banyaknya kelelawar di dalam gua. Lantai goa digenangi air sungai bawah tanah dengan rata rata kedalaman air sekitar 0,5 hingga 1,5 meter. Goa ini terdiri dari banyak ruangan, seperti panggung pertemuan, air zam-zam, mustoko, air suci, watu kaji, pelungguhan/ paseban, kahyangan, grojogan sewu, air penguripan, gamelan, batu gilang, lumbung padi, gedung sekakap, kraton, panggung, goa lawa dan watu gantung. Di tempat-tempat itu kami berhenti untuk mengabadikan keindahan alam ciptaan Tuhan yang luar biasa indahnya.

Ketika mencapai setengah perjalanan, Kak Lukas Istiadi  melantik pengurus dan anggota pencinta alam.  Sebelum dilantik, setiap peserta ditanting kesungguhannya menjadi anggota pencinta alam yang senantiasa peduli dengan kelestarian alam. Setelah semuanya menyatakan bersedia, dilakukanlah pelantikan pengurus. Ketua I dan II memegang bendera merah putih dan semua anggotanya berangkulan, mereka dilantik dengan mengucapkan lima janji kesetiaan: setia  kepada Tuhan sesuai imannya, setia  menghormati orangtua, setia meningkatkan wawasan, setia menjaga kelestarian alam dan setia menjalin persaudaraan. Suasana pelantikan di dalam goa begitu berkesan. Hanya diterangi lilin kecil, ucap janji  digemakan di dalam goa. 

Usai ucap janji, para pengurus dan anggota mendapat ucapan selamat dari semua pendamping. Kemudian kami menyusuri goa sampai pintu ke luar. Dari pintu keluar, kami menuju aula melalui jalan aspal. Udara pagi terasa sejuk dan segar. Dengan perasaan lega dan gembira akhirnya sekitar pukul 05.00 kami tiba di aula dan segera mandi, ganti pakaian dan beristirahat sambil menunggu sarapan pagi.

Usai sarapan pagi, acara dilanjutkan pembekalan dan praktek navigasi darat yang dipandu oleh Kak Lukas Istiadi. Dengan peralatan kompas, peta lokasi atau peta topografi, para peserta dibimbing untuk mengetahui cara menggunakan kompas bidik, membaca peta dan cara menghitung sudut azimuth dan back azimuth untuk menentukan letak lokasi seseorang di dalam peta tersebut. 

Navigasi darat sangat penting dikuasai oleh anggota pencinta alam. Melalui pengetahuan ini, para peserta memperoleh banyak manfaat seperti menentukan ketinggian, mencari  titik lokasi, menghitung jarak dan lain-lain.  Peserta dibagi menjadi  beberapa kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 3 orang. Mereka diberi  tugas untuk mencari lokasi keberadaan mereka dalam peta yang dibagikan. Soal  yang diberikan kepada masing-masing anggota berbeda sehingga tiap kelompok harus menggunakan kompas bidik untuk menghitung sudut azimuth dan back azimuth-nya secara tepat sehingga mereka mengetahui posisi mereka di dalam peta tersebut. Dengan antusias tiap kelompok berpraktik untuk membidik lokasi dan berusaha menentukan letak lokasi mereka secara tepat.

Sekitar pukul 11.00 kami beristirahat dan menunggu makan siang. Setelah warung yang menyediakan pesanan kami siap, kami pun segera makan siang. Suasana akrab tercipta diselingi sendau-gurau dan bercerita pengalaman semalam saat masuk goa.

Akhirnya, sekitar pukul 11.30, kami meninggalkan Goa Cerma menuju ke rumah Pak Tukimin sang juru kunci untuk berpamitan. Bis kota yang menjemput kamipun sudah siap menunggu dan segera kami bersalaman dengan juru kunci lalu menuju bis untuk pulang ke sekolahan.

Pukul 13.00 kami sampai di sekolah dengan selamat. Sekalipun terasa capai tetapi pengalaman pelantikan Pengurus dan anggota Pencinta Alam tak akan pernah bisa terlupakan. Acara menantang lain segera menunggu, seperti rappling, konservasi alam, susur pantai/sungai, bakti masyarakat dan lain-lain.

Jayalah terus Kompas Bosa!